Kandungan QS. Al-Fatihah: 1-7
Fatihah Al-Kitab (Pembuka kitab suci)
Pendahuluan: Makkiyyah 7 ayat- surat Al-fatihah ini termasuk kelompok surat makkiyyah yang turun di Mekah sebelum hijrah. Disebut Al-Fatihah (Pembuka) karena letaknya yang berada urutan pertama surat-surat al-Qur’an, surat yang pertama diturunkan secara lengkap diantara surat-surat yang ada dalam al-Qur’an. Al-Fatihah Disebut juga Ummul Kitab (induk al-Qur’an/kitab) kerana merupakan intisari dari seluruh kandungan al-Qur’an yang kemudian diperinci oleh surat-surat sesudahnya. Nama lain dari Al-Fatihah juga adalah As-Sab’ul Matsany (tujuh yang berulang-ulang) karena ayatnya tujuh berulang-ulang dibaca dalam shalat. Tema-tema pokok al-Qur’an seperti:
1. Penjelasan tauhid dan keimanan
2. Janji dan kabar gembira bagi orang-orang mukmin
3. Ancaman dan peringatan bagi orang-orang kafir dan pelaku kejahatan
4. Tentang ibadah
5. Kisah orang-orang yang beruntung karena ta’at kepada Allah dan sengsara karena ingkar
Surah Al-Fatihah ayat 1-7 dan Hukum Bacaan (Tajwid)
Keterangan (Tajwid):
1. Lam tafkhim jika lafadz Allah didahuli harakat ـَatau ـُ . Ex: شَهِدَ اللهُ، رَسُوْلُ اللهِ.
2. Alif lam Qamariyah ialah “AL” bertemu huruf Qamariyah. Huruf Qamariyah ada 14:
ب-ج ح خ-ع غ ف ق ك- م و هـ- ء ي : اَلْبَصِيْرُ، اَلْغَفُوْرُ، اَلْحَلِيْمُ، اَلْجَلِيْلُ
3. Ra Tarqiq ada 3 macam: 1. Ro’ kasroh, Ro’ kasroh tanwin, 2. Ro’ sukun didahului kasroh, 3. Ro’ hidup didahului Ya’ sukun dibaca waqof, 3. Ro’ hidup didahului huruf mati selain Ya’ yang sebelumnya ada kasroh dibaca waqof.
رِ-رٍ : رِزْقًا. ـِ رْ : فِرْعَوْنَ، اَنْذِرْهُمْ. ـَـِ يْرٌ©: خَيْرٌ©، قَدِيْر©. ـِ ـْرࣴ : سِحْرٌ©، بِكْرٌ©
4. Mad ‘Aridh Lissukun ialah Mad bertemu huruf hidup dibaca waqof. Panjangnya boleh 1,2 atau 3 Alif. Ex: Contoh waqofnya;
حِسَابٍ-حِسَابْ© صَادِقِيْنَ-صَادِقينْ© خَالِدُوْنَ-خَالِدُونْ©
5. Alif lam Syamsiyah ialah “AL” bertemu huruf Syamsiyah bertemu huruf Syamsiyah. Huruf Syamsiyah ada 14:
ت ث- د ذ ر ز س ش ص ض ط ظ-ل ن: وَالشَّمْسِ، اَلسَّلاَمُ، اَلتَّوَّابُ، اَلرَّحِيْمُ
6. Lam tarqiq jika lafadz Allah didahului harokat ـِ . Ex: بِاللهِ، بِسْمِ اللهِ
7. Mad Thabi’i ialah fathah diikuti alif, kasrah diikuti ya sukun, dhommah diikuti wawu sukun, panjangnya 1 alif/2 harokat. Ex: قَالُوْا ، نُوْحِيْهَا
8. Izhar Halqi Ialah Nun Sukun/Tanwin bertemu salah satu huruf: Hamzah, Ha’, Kho’, ‘Ain, Ghoin, Ha’. Ex: مَنْ آمَنَ، غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَ
9. Mad Lazim Mutsaqqal Kalimi ialah Mad bertemu tasydid dalam satu kalimat, panjangnya 3 alif/6 harokat. Ex: وَلاَالضَّآلِّيْنَ ، وَلاَتَحَآضُّوْنَ
Penjelasan secara Tafshili (terperinci)
1. Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
Ar-Rahman: Sifat maha pengasih Allah SWT kepada semua makhluk yang ada di dunia
Contoh: Allah SWT memberikan rezeki kepada semua makhluknya tanpa terkecuali.
Ar-Rahim: Sifat kasih sayang Allah SWT terhadap makhluknya di akhirat khusus kepada orang-orang yang beriman kepada-Nya.
2. Segala puji[2] bagi Allah, Tuhan semesta alam, 3. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Al-Hamdu: Segala bentu pujian hanya dipersembahkan kepada Allah SWT.
Pujian Allah SWT itu ada 4 macam sebagai berikut:
1. Pujian terhadap dzat-Nya sendiri; Contoh: Allah memuji dzat yang maha suci sebagaimana tercantu dalam Asmaul Husna.
2. Pujian kepada makhluknya; Contoh: pernyataan Allah bahwa Dia menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. QS. At-Tiin: 4
3. Pujian makhluk kepada Allah SWT.; Contoh: Ketika manusia beribadah atau berdzikir dll, ungkapan rasa syukur kepada Allah atas segala ni’mat-Nya.
4. Pujian terhadap sesama makhluk; Contoh: pujian kepada sahabatnya tentang kepandaian, keberanian, ketampanan atau kecantikannya.
4. Yang menguasai[4] di hari Pembalasan[5].
[4] Maalik (yang menguasai) dengan memanjangkan mim,ia berarti: pemilik. dapat pula dibaca dengan Malik (dengan memendekkan mim), artinya: Raja. [5] Yaumiddin (hari Pembalasan): hari yang diwaktu itu masing-masing manusia menerima pembalasan amalannya yang baik maupun yang buruk. Yaumiddin disebut juga yaumulqiyaamah, yaumulhisaab, yaumuljazaa' dan sebagainya.
Maaliki yaumiddiin: artinya adalah pemilik/raja hari kemudian (hari akhir).
Ada 2 makna yang terkandung dalam ayat ini:
1. Dia yang menentukan dan yang mengetahui kapan tibanya hari akhir tersebut (QS. Al-A’raf: 187)
2. Dia yang menguasai segala sesuatu apapun yang terjadi ketika itu.
5. Hanya Engkaulah yang Kami sembah[6], dan hanya kepada Engkaulah Kami meminta pertolongan[7].
[6] Na'budu diambil dari kata 'ibaadat: kepatuhan dan ketundukkan yang ditimbulkan oleh perasaan terhadap kebesaran Allah, sebagai Tuhan yang disembah, karena berkeyakinan bahwa Allah mempunyai kekuasaan yang mutlak terhadapnya. [7] Nasta'iin (minta pertolongan), terambil dari kata isti'aanah: mengharapkan bantuan untuk dapat menyelesaikan suatu pekerjaan yang tidak sanggup dikerjakan dengan tenaga sendiri.
Iyyaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin: artinya penghususan, yaitu tidak ada yang disembah selain Allah SWT. Maka ketika itu tidak ada sesuatu apapun, baik dalam diri seseorang itu maupun yang berkaitan dengannya, kecuali telah dijadikan milik Allah SWT. Dan hanya kepada-Mu kami memohon bantuan baik bantuan dalam hukum sebab akibat yang telah kita ketahui (sunnatullah) maupun diluar sunnatullah (‘inayatullah).
6. Tunjukilah[8] Kami jalan yang lurus,
[8] Ihdina (tunjukilah kami), dari kata hidayaat: memberi petunjuk ke suatu jalan yang benar. yang dimaksud dengan ayat ini bukan sekedar memberi hidayah saja, tetapi juga memberi taufik.
Ihdinas shiraathal mustaqiim: adalah jalan yang lurus. Semua orang dapat melaluinya tanpa berdesak-desakkan. Bagaikan jalan tol. Seseorang tidak bisa lagi keluar atau tersesat setelah memasukinya, tidak akan dapat keluar lagi kecuali setelah tiba pada kahir tujuan perjalanan. Jalan yang lurus, jalan yang luas dan lebar, dan terdekat menuju tujuan. Inilah yang dimohonkan bagi mukmin yang yang bertakwa.
7. (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.[9]
[9] Yang dimaksud dengan mereka yang dimurkai dan mereka yang sesat ialah semua golongan yang menyimpang dari ajaran Islam.
Shiraatal ladziina an’amta: artinya jalan yang engkau anugrahi ni’mat, ni’mat yang dimaksud adalah ni’mat yang bernilai, yang tanpa ni’mat itu ni’mat yang lain tidak mempunyai ni’mat yang berarti, bahkan dapat menjadi bencana. Ni’mat tersebut adalah ni’mat memperoleh hidayah-Nya serta ketaatan kepada-Nya dan rasul-Nya, yaitu ni’mat Islam dan Iman. Ghairil maghdhuubi ‘alaihim: artinya bukan jalan orang yang dimurkai yaitu berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW. Menyatakan bahwa mereka adalah orang-orang Yahudi. Al-Qur’an juga menyebutkan bahwa orang Yahudi mengenal kebenaran namun enggan mengikutinya.
Penjelasan (Ijmali) secara keseluruhan:
1. Mempelajari QS. Alfatihah: 1-7 Sama artinya dengan menjaga 7 anggota tubuh yaitu: Mata, telinga, hidung, mulut, tangan, kaki, dan kulit. Dan ke 7 perangkat inilah mulai bangun tidur hingga tidur kembali digunakan berupaya memperoleh menuntut ridho Allah SWT.
2. Memperilakukan Surah Al-Fatihah dalam kehidupan dalam sikap; 1, mendidik dan mengatur panca inderanya; 2, perilakunya akan selalu terbuka; 3, suka mengasihi dan menyayangi, segala sesuatu di alam semesta.
3. Menerapkan surah Al-Fatihah dalam diri dan kehidupan akan terhindar dari 7 penyakit yang merusak akhlak mulia, yaitu:
*Tersirat dalam huruf hijaiyah yang tidak ada dalam Surah Al-Fatihah:
No | Huruf | Mengisyaratkan | Penjelasan |
1 | ث | ثَقِيْلٌ | Artinya beban berat: Seringan apapun masalah yang dihadapi akan terasa berat apabila kita merasa terbebani, jangan menjadi beban bagi orang lain dan jangan pula masalah orang lain menjadi beban diri sendiri. Untuk itu berikan keselamatan dan keamanan terhadap diri dan lingkungan untuk menjadi orang yang ringan dan suka menolong. |
2 | ج | جُمُوْدٌ | Artinya kaku: Janganlah menjadi orang yang kaku karena akan membuat kita terkunci oleh keadaan sehingga mengakibatkan taqlid terhadap sesuatu yang belum pasti benar. Perbanyaklah mendengarkan kebenaran dan lebih banyak diam agar hati menjadi tentram. |
3 | خ | خَبِيْثٌ | Artinya buruk, kotor: Janganlah menjadi orang yang suka hasad atau menghasud orang lain karena itu awal dari keburukan perilaku dan akan menjadikan kita kotor. Maka untuk itu hendaknya kita belajar berpikir positif agar terhindar dari sifat buruk dan kotor. Segera mencari makanan yang halalan thoyiban. |
4 | ز | زِيْنَةٌ | Artinya hiasan, mejeng, penjilat. Orang yang suka berhias dalam rangka mejeng dan mencari perhatian, serta orang penjilat, tidak hanya dalam berhias dalam melakukan apapun apabila ingin mencari perhatian maka bisa dikatakan penjilat. Maka berperilakulah sealami mungkin. Maka keindahan terhadap diri sebaiknya berdasarkan karena Allah semata agar bertindak berlatar belakang karena ridha Allah SWT. |
5 | ش | شَيْطَنَ | Artinya menyimpang, terpecah. Jika dalam melakukan sesuatu tugas akan terjadi penyimpangan apabila niat dan pikiran terpecah atau tidak fokus terhadap tujuan semula. Maka fokuslah pada setiap pekerjaan agar dapat diselesaikan sesuai dengan niat yang benar. |
6 | ظ | ظَلِمَ | Artinya bodoh, gelap. Dalam hidup ini kita janganlah suka merasa lebih, seperti merasa pintar, merasa lebih tahu/tua, merasa baik, merasa kaya karena hal ini bisa membuat diri menjadi bodoh dan malas. Kemalasan akan menumpulkan hati dan kebodohan akan menumpulkan otak. Kalau otak dan hati sudah tumpul maka akan terjadi kegelapan pada diri kita. Maka mengoreksi kebodohan untuk segera belajar dan menyadari kemalasan untuk segera bangun dari kegelapan agar mata hati terbuka. |
7 | ف | فَرَغَ | Artinya menghayal-hayal, melamun, atau berangan-angan. Menghayal adalah perbuatan sia-sia yang mengakibatkan mudah terombang-ambing, tidak mempunyai pendirian, gampang terbawa arus dunia maka menyegerakan kebaikan adalah pekerjaan yang dapat mengantisipasi kekosongan jiwa. |
4. Mentadabburi (memikirkan kandungan) surah Al-Fatihah dalam Alam semesta. Nama lain
dari Al-Fatihah disebut juga As-Sab’ul Matsani yaitu tujuh yang
diulang-ulang.
*Perhatikanlah perbandingannya sebagai berikut:
|
No |
Penjelasan |
|
1 |
Hari (Tujuh hari dalam seminggu) dan Masa (detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, dan tahun) |
|
2 |
Tujuh lapis langit dan bumi |
|
3 |
Tujuh jengkal tubuh manusia |
|
4 |
Tujuh kali putaran thawaf di Baitullah |
|
5 |
Tujuh Fase manusia (bayi, anak-anak, remaja, pemuda, dewasa, orang tua, dan lansia). |
|
6 |
Tujuh lubang kepala manusia (dua lubang mata, dua lubang telinga, serta dua lubang hidung dan mulut) |
|
7 |
Tujuh anggota tubuh manusia: mata, telinga, mulut, hidung, tangan, kaki dan seluruh tubuh. |
Rangkuman:
1. Surah Al-Fatihah (Pembukaan) diturunkan di mekah dan terdiri dari tujuh ayat
2. Surah Al-Fatihah memiliki nama lain Ummul Qur’an (induk Al-Kitab) karena dia merupakan induk bagi semua isi Al-Qur’an ayatnya tujuh dan berulang-ulang dibaca dalam shalat
3. Menerapkan kandungan Surah Al-Fatihah dalam keseharian dilakukan dengan berperilaku terbuka, suka mengasihi dan menyayangi, mengoptimalkan sesuatu yang dimiliki dalam rangka memperbaiki diri dan belajar pada alam semesta.
Glosarium: Akhlak : budi pekerti; tabi’at; kelakuan. Fase : tingkatan masa pada perubahan, perkembangan, dsb. Thawaf : berjalan mengelilingi Ka’bah tujuh kali (arahnya berlawanan dengan jarum jam) sambil berdo’a.
Latihan:
1. Mengapa dinamakan surah Al-Fatihah, disebut Ummul Qur’an, dan As-Sab’ul Matsany?
2. Tuliskan tujuh ayat pada surah Al-Fatihah dan sebutkan hukum tajwidnya!
3. Sebutkan 2 contoh perilaku akhlah mulia yang berhubungan dengan surah Al-Fatihah!
4. Tuliskan 7 huruf hijaiyah yang tidak ada pada surah Al-Fatihah!
5. Mengapa 7 huruf tidak dinukilkan (disebutkan) pada surah Al-Fatihah? Sebutkan 3 saja dari masing-masing contoh perilakunya!
Berikut tambahan wawasan tentang surah Al- Fatihah
Semoga
Bermanfa’at ...

mantapks, semoga bermanfaat.. Aamiin
ReplyDeleteTerimakasih pa atas materi di blog nya
DeleteMakasih untuk Materinya, Pak. Alhamdulillah saya Paham
ReplyDeleteTerimakasih pak untuk materinya sangat bermanfaat untuk ulun
ReplyDeleteterima kasih pak atas materi yang bapak berikan
ReplyDeletePak Saya mau nanya, perbedaan alif lam syamsiyah dengan alif lam qamariyah dalam pelafalannya apa pak?
ReplyDeleteTerimakasih pak
ReplyDeleteTerima Kasih untuk materinya Pak, semoga bermanfaat.
ReplyDeleteTerimakasih pa materi yang bapa berikan. Mudahan Ulun bisa paham
ReplyDeleteMakasih untuk Materinya, Pak. Alhamdulillah saya Paham
ReplyDeleteTerimakasih pak atas materinya
ReplyDeleteMakasih Pak..
ReplyDeleteSemoga Materinya Bermanfaat Terhadap Semua Orang :"D
ReplyDeleteKapan ulangan nya pa
ReplyDeletemakasih pak
ReplyDeleteTerima kasih atas materi yang diberikan pak,semoga bermanfaat untuk semua yang membacanya,sukses terus pak
ReplyDeleteAlhamdulillah , terima kasih pak materinya 🙏
ReplyDeleteTerimakasih banyak pak semoga sehat selalu
ReplyDeleteMakasih pak 🙏
ReplyDeleteTerima kasih pak atas materinya,sangat bermanfaat
ReplyDeleteMakasih pak
ReplyDeleteMakasih pak
ReplyDeleteMakasih pak
ReplyDeleteMakasih pak
ReplyDeleteMakasih pak
ReplyDeleteAnanda Alvin Ababil, terimakasih atas pertanyaannya..
ReplyDeletePerbedaannya adalah..
Al Qomariyah alif lamnya msh kebaca
Al Syamsiyah lamnya tidak dibaca lg karena ketemu dgn huruf syamsiyah yg 14 tu
Ananda Alvin Ababil, terimakasih atas pertanyaannya..
ReplyDeletePerbedaannya adalah..
Al Qomariyah alif lamnya msh kebaca
Al Syamsiyah lamnya tidak dibaca lg karena ketemu dgn huruf syamsiyah yg 14 tu
Makasih pak
ReplyDeleteTERIMA KASIH PA...
ReplyDeleteterimakasih bapak
ReplyDeleteterimakasih materi nya pak...
ReplyDeleteTerimakasih pak
ReplyDeleteTerimakasih atas pemberian materi nya pak
ReplyDeletePak mau tanya kenapa beberapa huruf hijaiyah tidak terkandung dalam surah alfatihah?
ReplyDeleteTerima kasih pak, materi yang bapak sampaikan sangat jelas mudah untuk dipahami dan sangat bermanfaat
ReplyDeleteTerima kasih bapak
ReplyDeleteterimakasih pak materinya
ReplyDeleteTerimakasih atas materi yang sudah di berikan pak
ReplyDeleteTerima kasih pak atas materinya
ReplyDeleteTerima kasih pak, materi yang bapak sampaikan sangat jelas mudah untuk dipahami dan sangat bermanfaat
ReplyDeleteTerimakasih pak atad materinya 🙏
ReplyDeleteTerima kasih pak atas materinya
ReplyDeleteTerimakasih pak atas materinya
ReplyDeletePak mau tanya kenapa beberapa huruf Hijaiyah tidak tergandung dalam surah alfatihah??,dari Aisyah putri maheswari
ReplyDeleteTerima kasih pak materinya
ReplyDeleteTerimakasih banyak atas materinya pak
ReplyDeletePak saya ingin bertanya,apakah ada nama lain untuk Al Fatihah selain Ummul kitab dan As-Sab’ul Matsany ?dari Aulia Febrianti
ReplyDeleteTerima kasih pak
ReplyDeleteAssalamu’alaikum,insyaallah paham aja pak,mudahan ilmu dari pian barakat dan bermanfaat aja khususnya buat ulun,Makasih banyak pak.
ReplyDeleteTerimakasih pak
ReplyDeleteTerima kasih Pak, atas materinya
ReplyDeleteTerima kasih Pak
ReplyDeleteTerima kasih pak
ReplyDeleteTerimakasih banyak pak, materinya sangat bermanfaat
ReplyDelete