Tadarus
QS. Al-Kafirun [109]:1-6
QS. An-Nashr [110]:1-3
QS. Al-Lahb [111]: 1-5
link ... https://quran.kemenag.go.id/pagesura/109
A. Ayat Al-Qur'an tentang Adab/Akhlak terhadap Al-Qur'an
Al-Qur’an merupakan kitab suci umat Islam. Setiap umat Islam harus berusaha mempelajari dan mengamalkan Al-Qur’an agar dapat selamat hidup di dunia dan di akhirat. Al-Qur’an berisi tentang firman Allah SWT. Oleh karena itu, umat Islam harus memperlakukan Al-Qur’an dengan baik. Ada ayat Al-Qur’an yang mengajarkan manusia dalam berakhlak terhadap Al-Qur’an. Surah An-Nahl ayat 98 dan surah Al-A’raf ayat 204 merupakan dua ayat yang membahas tentang adab terhadap Al-Qur’an. Perhatikan uraian ini dengan baik.
Kosa kata Surah An-Nahl: 98 dan Al-A’raf: 204.
|
Lafal |
Arti |
Lafal |
Arti |
|
فَاِذَا |
Maka Apabila |
وَاِذَا |
Dan Apabila |
|
قَرَأْتَ |
Kamu membaca |
قُرِئَ |
Dibacakan |
|
الْقُرْآنَ |
Al-Qur’an |
الْقُرْآنُ |
Al-Qur’an |
|
فَاسْتَعِذْ |
Hendaklah kamu meminta perlindungan |
فَاسْتَمِعُوْالَهُ |
Maka dengarkanlah baik-baik |
|
بِاللهِ |
Kepada Allah |
وَاَنْصِتُوْا |
Dan perhatikanlah dengan tenang |
|
مِنَ الشَّيْطَانِ |
Dari syaitan |
لَعَلَّكُمْ |
Agar kamu |
|
الرَّجِيْمِ |
Yang terkutuk |
تُرْحَمُوْنَ |
Mendapat rahmat |
|
Lafazh |
Hukum Bacaan |
Sebab |
|
الْقُرْآنَ |
Alif lam qamariyah |
Alif lam bertemu dengan huruf “qaf” dan dibaca jelas |
|
بِاللهِ |
Tarqiq |
Sebelumnya ada huruf yang berbaris kasrah |
|
الشَّيْطَانِ |
Alif lam syamsiyah |
Alif lam bertemu dengan huruf syin dan dibaca samar |
|
وَاَنْصِتُوْا |
Ikhfa |
Nun mati bertemu huruf shad |
|
لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ |
Izhar syafawi |
Mim mati bertemu dengan huruf ta |
Tuliskan kembali QS. An-Nahl: 98, dan QS. Al-A’raf: 204, dengan baik dan rapi!
Lampiran ...
B. Kandungan QS. An-Nahl: 98, dan QS. Al-A'raf: 204. tentang Adab Membaca Al-Qur'an
QS. An-Nahl: 98 Allah SWT memerintahkan kita untuk berlindung kepada-Nya dari godaan syaitan yang terkutuk karena mereka akan senantiasa mengganggu orang mukmin yang ingin membaca Al-Qur’an agar tidak jadi membacanya. Oleh sebab itu, setiap kali hendak membaca Al-Qur’an mulailah dengan mengucap ta a’wwudz agar senantiasa terpelihara dari gangguan syaitan tersebut.
Dalam kitab Al-Itqan karangan Imam Jalaluddin As-Suyuthi, beliau menjelaskan tentang adab membaca Al-Qur’an sebagai berikut.
1. Berwudhu dan dalam keadaan bersih
2. Di tempat yang bersih
3. Menghadap kiblat, membacanya dengan khusyu dan tenang
4. Mulut hendaknya bersih, tidak berisi makanan
5. Disunnahkan membaca ta’awudz, kemudian membaca basmalah
6. Membaca dengan tartil (bacaan yang pelan dan tenang)
7. Membacanya dengan penuh perhatian dan pemikiran tentang ayat-ayat yang dibacanya
8. Membaca dengan suara yang bagus lagi merdu
9. Hendaknya pembacaan diteruskan sampai ke batas yang telah ditentukan, barulah disudahi.
10. Jangan tertawa dan sambil bermain-main
11. Tutuplah bacaan dengan kalimat “Shadaqallahul ‘Azhim”
Sementara dalam surah Al-A’raf ayat 204 menjelaskan apabila dibacakan Al-Qur’an, maka dengarkanlah dengan baik dan perhatikan dengan tenang supaya kalian mendapat rahmat. Maksudnya, jika dibacakan Al-Qur’an kita diwajibkan mendengarkan dan memperhatikan sambil berdiam diri, baik dalam shalat maupun diluar shalat, terkecuali dalam shalat berjama’ah ma’mum boleh membaca Al-Fatihah sendiri waktu imam membaca ayat-ayat Al-Qur’an.
Setelah Allah SWT menjelaskan bahwa Al-Qur’an adalah bukti bagi manusia dan sebagai petunjuk serta rahmat, Allah SWT memerintahkan untuk diam ketika dibacakan Al-Qur’an sebagai penghargaan dan penghormatan kepadanya. Tidak seperti yang dilakukan oleh orang-orang kafir, mereka tidak mau mendengarkan ayat-ayat Allah SWT seperti yang dijelaskan dalam QS. Fusshilat: 26. Dari Abu Hurairah r.a menyatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda sebagai berikut “barangsiapa mendengarkan sebuah ayat dari kitab Allah, maka ditulislah baginya kebaikan yang berlipat ganda. Dan barangsiapa yang membacanya maka ia akan mempunyai cahaya pada hari kiamat” (HR. Ahmad).
Intinya, barangsiapa mendengarkan dan diam ketika Al-Qur’an dibacakan maka dialah yang lebih dekat untuk dapat memahami dan memikirkannya dan orang seperti itulah yang patut diberi rahmat.
Jadi sikap seorang mukmin yang baik apabila ia ingin membaca Al-Qur’an sebagai berikut.
1. Dalam keadaan suci lahir dan batin
2. Memohon perlindungan kepada Allah SWT dari godaan setan yang terkutuk
3. Meresapi makna yang ia baca agar tumbuh kecintaan kepada Al-Qur’an
4. Apabila dibacakan Al-Qur’an maka dengarkanlah dengan baik
Ilmu Tajwid (Hukum mim sukun) dibagi 3
|
No |
Tajwid |
Keterangan |
Contoh |
|
1 |
Izhar Syafawi |
apabila “mim mati” bertemu dengan seluruh huruf hijaiyah selain huruf “mim dan ba” |
عَلَيْهِمْ حَافِظُوْنَ |
|
2 |
Ikhfa Syafawi |
apabila “mim mati” bertemu dengan ba’ |
تَرْمِيْهِمْ بِحِجَارَةٍ |
|
3 |
Idgham Mimi |
Apabila mim mati bertemu huruf mim |
وَلَكُمْ مَاكَسَبْتُمْ |
Rangkuman:
1. Setiap memulai membaca Al-Qur’an bacalah ta’awudz, memohon perlindungan kepada Allah SWT.
2. Dalam membaca Al-Qur’an sangat perlu memperhatikan adab atau cara membaca Al-Qur’an.
3. Apabila dibacakan Al-Qur’an maka dengarkanlah agar mendapat rahmat.
Glosarium:
Adab: budi pekerti yang halus; akhlak yang baik. Khusyu’: sungguh-sungguh dengan penuh penyerahan dan bulat hati. Rahmat: karunia (Allah); berkah (Allah)
Latihan:
1. Sebutkan adab-adab dalam membaca Al-Qur’an!
2. Mengapa ketika dibacakan Al-Qur’an kita diperintahkan diam?
3. Tulislah beberapa ayat yang memerintahkan kita untuk membaca Al-Qur’an!
4. Tulislah lima macam hukum bacaan yang terdapat pada surah Al-A’raf ayat 204!
5. Apa arti darin kalimat “A’udzu billahi minas syaithanir rojiim”
Semoga bermanfa’at ....
